memandang remaja

remaja dalam menyikapi perkembangan zaman

Terlalu banyak sudah kejadian aneh menimpa kalangan remaja tepatnya pristiwa yang menurut kita tabu namun sekarang ini layaknya sudah menjadi pembicaraan yang wajar dikalangan masyarakat kita.
Usia 16thn keatas biasanya menjadi ladang oleh yang namanya puberitas untuk merubah segala pola pikir yang tadinya anak-anak kecil sekarang mempunyai keinginan untuk merubah dirinya agar mempunyai daya tarik pada lawan jenis, dan juga timbulnya rasa ingin tahu mereka sangatlah besar tapi sangat miris, dikarenakan rasa keingin tahuan tentang hal positif telah terkalahkan oleh hal negatif ,tapi dizaman sekarang ini belum menginjak 16thn aja udah banyak yang terserang puberitas dini,,,hal semacam ini bias terjadi dikarenakan pengaruh oleh globalisasi dan perkembangan iptek yang mengandung banyak budaya barat, sehingga mau tidak mau budaya barat yang harusnya terlihat aneh dimata kita kini menjadi hal yang harus dicontoh karena gak mau dibilang ketinggalan zaman.
Kita tak harus menyalahkan akan perkembangan zaman tersebut, apabila kita sudah terjerumus oleh hal tersebut maka yang harus kita lakukan ialah menginstropeksi pemikiran kita sendiri. Dan kita tidak harus meninggalkan perkembangan tersebut dikarenakan perkembangan tersenut sangatlah penting untuk kelangsungan kita kelak, asal dengan catatan kita tidak akan mengadopsi semua hal negative yang terkandung dalam forum tersebut. Memang segi positif dari perkembangan itu mulai dihilangkan oleh kita sendiri dan kita malah menggunakan media tersebut untuk mengetahui apa-apa yang belum waktunya kita ketahui contoh video porno,,,hal seperti itulah yang remaja zaman sekarang yang ingin mengetahuinya, dan juga yang tadi ingin tahu hal yang positif telah terkalahkan oleh hal negative. Makamya di usia balia udah banyak siswa smp/sma yang udah nikah,hamil, cerai deh..
Kalau hal buruk dah terjadi siapa yang bakal kta salahin?
Jawabanya semua ada di diri kita, mengapa demikian karena bila kita lebih menggunakan hal tersebut sesuai keperluan real kita maka hal negative yang ada akan kita abaikan secara otomatis karena bukan merupakan tujuan kita.
Dan siapa yang harus merubah semua itu?
Pertama diri kita, kedua dirikita dan ketiga dirikita, diri kita yang pertama adalah kita harus lebih mengenal dampak akir oleh perbuatan kita dan lebih merasakan penyesalan diawal bila kita melakukan perbuatan negative, maka kita akan lebih mudah menghindari hal memalukan pada diri kita, diri kita yang kedua adalah harus punya dasar tujuan yang juga positif dan pembentengan diri untuk menyikapi perkembangan yang ada sehingga kita hanya akan menggunakan perkembangan tersebut sesuai dengan dasar tujuan kita dan akan lalu lalang bila sesuatu yang imbasnya negative karena itu bukan tujuan kita
Sedangkan diri kita yang ketiga ialah iman yang sangat kuat akan takutnya terhadap tuhan kita jadi tiap kita akan melakukan hal negative maka kita akan lebih mudah ingat akan tuhan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s